Kuingin Membawamu Ke Puncak

Cinta yang akan pergi yang dulu sejati dan saling berjanji namun kau ingkari, selamat pagi………. πŸ™‚

Dari awal sampai sekarang ku tetap berjuang dan sayang, namun perasaan ada batasnya jika bertepuk sebelah tangan. Terima kasih telah menemaniku selama 5 tahun ini yang akan berakhir. Kata2mu ku pegang dari awal pacaran sampai sekarang, namun entah kenapa sebulan terakhir ini kau berubah 180 derajat, kata2mu yang dulu kau ubah sesukamu cuma gara2 aku pernah emosi sesaat. Padahal kau dulu juga pernah emosi sesaat namun ku tetap ada untukmu. Hmmmm, setelah ku tahu dari orangtuamu jika kau akan dinaikkan jabatan di Kantormu, aku jadi paham.

Kau juga pernah meremehkan gajiku saat mau melamarmu, itu berbeda jauh sekali dengan kata2mu yang dulu dan kau yang dulu. Sekarang kau sangat nafsu dengan duniawi dengan landasan ingin membahagiakan orangtua dan tidak percaya jika aku bisa membahagiakanmu dan keluargamu.

Lihat kondisimu sekarang yang pucat kecapekan, orang tua mana yang senang lihat kondisi anaknya seperti itu?. Aku cuma menginginkan kau bekerja sewajarnya saja yang tidak berangkat pagi pulang jm 10 malam. Aku cuma mau jika kau jadi milikku, kau dalam keadaan sehat, pekerjaan seperti itu tidak baik untuk kesehatan sel telur atau pun rahimmu. Aku nggak mau jika kau menjadi seorang istri dan ibu yang lalai nantinya karena pekerjaanmu.

Kedepannya mending kalau kau begitu carilah calon suami yang sudah kaya. Kalau kau tidak bisa menerima kondisi pasanganmu yang baru bekerja dan berjuang untukmu. Jangan kau bandingkan kau yang sudah bekerja selama 3 thn dengan aku yang baru kerja selama 1 bulan karena aku baru lulus kuliah transfer.

Saat aku berusaha mengumpulkan uang untuk melamarmu, kau support dengan bahagia karena saat itu kau belum diiming2i jabatan. Namun setelah uangku cukup untuk melamarmu, kau undur 2x dengan alasan kesalahanku sudah tidak termaafkan. Tidakkah kau berfikir perjuangan kita dan keseriusanku? Kuingin membawamu ke puncak bersama2 untuk menemaniku selalu, namun kau sudah menyerah di setengah perjalanan dengan alasan bekalku yang tidak cukup.

Menikah itu membuka sumber2 rejeki kita yang masih ketutup

Menikah itu melaksanakan separuh amal ibadah di Islam

Menikah itu tentang kedewasaan bukan keegoisan

Ketahuilah, jangan merasa rugi jika kau jadi ibu rumah tangga meskipun kau mempunyai pendidikan D3. Kau lebih sering bersama anak dan amalkan ilmumu di anakmu karena itu aset terpenting orang tua biar anakmu lebih pintar dan cerdas darimu. Bukan malah dititipkan ke pembantu atau Kakek Neneknya. Pertama kau sebagai orang tua akan diminta pertanggungjawabmu dihadapanNya. Ketahuilah fungsimu dalam agama karena itu adalah patokan hidupmu dan ingat jika sudah punya anak, cinta dari seorang ibu adalah cinta pertama yang dirasakan anak pertama kali. Jangan kau korbankan psikologis anak hanya untuk mengejar ambisimu untuk harta saja. Jika kau ingin tetap bekerja, bekerjalah banyak kok sekarang pekerjaan yang dilakukan di rumah tanpa meninggalkan anak, aku fasilitasi kalau mau.

Setahuku setelah ijab qobul ialah berpindahnya tanggungjawab orangtuamu ke suamimu. Jadi berbaktilah pada suamimu dulu dan untuk keluarga kecilmu dulu. Bukan berarti tidak boleh berbakti kepada orang tua loh. Cuman setelah menikah kau menjadi tanggungjawab suamimu dunia dan akhirat. Beban berat yang dilimpahkan orang tuamu ke suamimu maka hargailah suamimu nanti. Tidak mungkin suami yang baik melarangmu melakukan hal yang baik, namun suami juga perlu pertimbangan apakah itu baik untuk kesehatanmu dan keselamatanmu dunia akhirat.

Kuingin membawamu bersama2 kepuncak kebahagiaan , namu kau tolak dengan keraguan.

Semoga kau dapatkan apa yang kau mau, tapi ku tak tau apakah itu pilihan yang terbaik dari Tuhan.

Jangan sombong, temukan dirimu yang dulu yang humble dan tidak ambisius untuk duniawi.

By : SuLtan_nganyeLin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s