Maukah Beribadah Bersamaku Selamanya???

Sebuah cerita yang sangat menginspirasi dari sepasang suami istri yang dipertemukan lewat jejaring sosial yang hanya butuh waktu beberapa jam saja untuk mengajak seorang cewek untuk menikah. Sebut saja mereka Rama dan Shinta. Mari simak cerita singkatnya guys.

Shinta saat itu merupakan mahasiswi berniqab semester 3 dari salah satu kampus ternama di Indonesia. Dan si Rama merupakan seorang perantauan dari pulau seberang yang mengadu nasib sebagai pekerja seni jalanan alias pengamen di ibukota. Saat itu tak sengaja Shinta sedang melihat-lihat status foto yang muncul di explorer instagramnya. Tiba-tiba dia tertarik dengan beberapa status dari seorang cowok yaitu
Rama yang membahas tentang istri idamannya. Kemudian di like lah beberapa status tersebut, tak selang lama dari itu Rama mengecek instagramnya dan entah kenapa dia tertuju pada salah satu orang yang menyukai statusnya dan langsunglah dia DM. “Assalamualaikum”, itulah kata-kata pertama yang dichat lewat DM ke cewek tersebut. Tapi butuh waktu agak lama menunggu jawaban salamnya. Kemudian selang beberapa menit ada jawaban “Wa alaikumsalam”, balasan dari cewek tersebut. Mulai dari itu mulai ada rasa ketertarikan Rama kepada cewek tersebut yang bernama Shinta.

Memang Rama sudah berniat untuk menikah dan memperbaiki diri agar menjadi yang lebih baik tiap harinya. Setelah saling balas DM beberapa kata yang berkaitan tentang diri masing-masing. Disitu juga Rama menjelaskan dengan jujur bahwa dia seorang pengamen yang dengan penghasilan minim namun dia bakal terus berusaha untuk membahagiakan orang yang dia cinta. Rama dengan mantab mengatakan,”Shinta maukah kamu beribadah bersamaku untuk selamanya?.” Dan Shinta syok mendadak membaca kalimat tersebut karena bereka belum saling kenal dan Rama belum pernah melihat wajahnya sama sekali. Rama bilang, “Kamu tak perlu menjawabnya sekarang, diskusikan dulu bersama keluargamu dan istikhorohlah. aku tunggu 3 hari.” Setelah itu mereka tidak saling chat karena Shinta harus menanyakan dan berdiskusi dengan keluarganya, sedangkan Rama juga melakukan istikhoroh agar pilihannya sesuai yang dipilihkan Allah untuknya.

Setelah 3 hari Rama mulai menghubungi Shinta untuk minta ijin ke orangtua dari Shinta untuk menikahi putrinya. “Nak, kamu belum tahu wajah putri saya kok sudah mantab mau menikahinya?”, tanya bapak dari Shinta. “Saya melihat melalui akhlaknya dan saya berniat menikah karena Allah”, jawab Rama. “Baiklah kalau begitu, saya punya satu syarat yang harus kamu penuhi sebelum kamu menikahi anak saya”, pinta Bapaknya Shinta. “Kalau boleh tahu apa itu Om?”, tanya Rama. Kemudian Bapaknya Shinta menjawab,”Kamu harus melihat wajah dari anak saya dulu, karena syarat dalam agama kita sebelum menikah”. Kemudian Rama menyetujuinya dan apa yang terjadi “Masyaallah kalau boleh saya mau menikah sekarang juga”, ucap Rama dalam hati.

Setelah itu mereka membicarakan tentang hari dan sebagainya yang berhubungan tentang pernikahannya. Namun Rama bilang bahwa dia ingin menikahi Shinta ditempat Rama karena dia tidak punya cukup biaya untuk pergi ketempat Shinta. Namun bapak dari Shinta kemudian bilang bahwa yang penting kamu kesini dulu saja. Kemudian Rama berusaha agar dapat uang untuk biaya perjalanan ke Rumah Shinta.

Setelah sampai di rumah Shinta, Rama mengurus proses-proses yang dibutuhkan untuk pernikahan beberapa hari bersama orang tua dari Shinta tanpa harus mikir soal biaya yang dibutuhkan. Rama hanya bermodalkan dirinya seorang saja. Sampai hari H datang mereka berdua sangat bahagia. Dan setelah itu mereka berniat memulai semua dari 0, tanpa campur tangan dari orangtua Shinta soal biaya hidup hingga pekerjaan pun. Rama bekerja keras mengamen dan Shinta fokus menyelesaikan kuliahnya. Mereka merasakan hidup susah kurang lebih selama 3 bulan hingga makan nasi bungkus aja dimakan berdua. Namun mereka menikmatinya dengan bersyukur karena kapan lagi bisa menikmati rasanya makan berdua kalau bukan saat seperti ini. Mereka percaya bahwa Allah membuka pintu rezeki dari arah manapun dan melipat gandakan rezeki setelah menikah.

Dan itu terbukti setelah 3 bulan keuangan mereka berangsur-angsur membaik dengan membuka usaha bersama-sama hingga bisa membeli mobil dan rumah serta beberapa rezeki lainnya. Sekarang mereka hidup bahagia karena disaat malam pernikahan mereka saling berdiskusi gimana cara menyelesaikan masalah jika salah satu darinya marah atau terkena masalah. Maka selama menjalani biduk rumah tangga mereka sudah mempunyai solusi yang sudah didiskusikan saat awal pernikahan.

Kurang lebihnya sekian guys ceritanya, sangat menarik dan menginspirasi kaaannnn…….

Iklan

14 pemikiran pada “Maukah Beribadah Bersamaku Selamanya???

  1. Ping-balik: Away Days – Ikatan Kata

  2. Ping-balik: Jokka Sambil Bercokol – Ikatan Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s